Minggu, 28 Juni 2009

Elektro-power supply

 
Gambar 3.1 Rangkaiaan Catu Daya Teregulasi
 Kebanyakan catu daya yang modern menggunakan IC regulator, sehingga rangkaian menjadi lebih sederhana sehingga bila terjadi kerusakan lebih mudah diatasinya. IC regulator yang paling populer saat ini dan murah serta serbaguna adalah IC regulator μA 723 A.

 
 

Rangkaian dalam dari IC ini terdiri dari catu referensi, penguat penyimpangan, transistor pelewat seri dan transistor pembatas arus. Hubungan untuk berbagai macam variasi dapat dilakukan pada IC ini tergantung pemakai untuk merencanakannya secara fleksibel sesuai dengan kebutuhannya. Tegangan referensi adalah tegangan yang diberi-kan pada pin 6 dengan tegangan 7,15 volt ± 0,2 volt, dan ini dapat dihubungkan langsung pada masukan non-inverting atau lewat pembagi tegangan. Sebuah rangkaian dasar regulator dengan menggunakan IC 723 diperlihatkan pada Gambar, yang memberikan tegangan output dari 7 volt sampai dengan 37 volt.


 
Gambar 3.2 Rangkaian IC μA 723 A

Persamaan untuk menghitung tegangan output adalah: Vout = ( R1 + R2 ).Vref / R2. Jadi harga tegangan outputnya dapat berubah- ubah sesuai dengan perbandingan R1 dan R2 yang dapat diatur dari potensiometer. Kemampuan arus output dari rangkaian di atas sangat terbatas, untuk menambah kekuatan arus sampai 2 Ampere dapat dilakukan hanya dengan menambah sebuah transistor daya tanpa harus banyak merubah rangkaian. Caranya dengan sebuah transistor 2N3055 dihubungkan kerangkaian di atas dimana basis transistor dihubungkan ke IC pin 10 (output), kemudian emiternya dihubungkan ke IC pin 2, sedangkan kolektornya dihubungkan ke input bersama IC pin 11 dan 12. Maka sekarang rangkaian akan tetap dapat diatur tegangan outputnya dengan kekuatan arus yang bertambah menjadi 2 Ampere.

Dua hal yang penting untuk diketahui menyangkut IC μA 723 A sebagai berikut :
o Tegangan harus selalu paling tidak 3 V atau lebih besar dari tegangan keluaran ;
o Kapasitor dengan tegangan rendah harus dihubungkan dari pin frekuensi kompensasi kemasukan inverting. Hal ini untuk menjamin rangkaian tidak osilasi pada frekuensi tinggi.





3.4 Troubleshooting Sistem Elektronik Pada Catu Daya

KERUSAKAN 
 GEJALANYA
Trafo primer atau sekunder terbuka
 ● Output DC nol
● AC sekunder nol
● Resistansi tinggi primer atau sekunder trafo

Trafo hubung singkat pada primer atau sekunder
 ● Sekring putus
● Output DC kecil dan trafo amat panas Lilitan trafo hubung singkat kebodi
● Sekring putus
● Resistansi kecil antara lilitan dan bumi 

Satu dioda bridge terbuka ● Rangkaian menjadi penyearah
setengah gelombang
● Output DC rendah dan regulasi jelek
● Ripple 50 Hz bertambah
Satu dioda bridge hubung
singkat
 ● Sekring putus

Kapasitor tandon terbuka ● Output DC rendah dengan ripple AC besar

Kapasitor tandon hubung singkat
 ● Sekring putus
● Resistansi DC tak stabil

Penguat error terbuka ● Output DC tinggi tanpa terregulasi
● Tak ada sinyal kontrol pada elemen seri

Transistor seri terbuka basis dan emiter
 ● Output DC nol
● DC tak stabil sedikit tinggi dibanding saat normal

Zener hubung singkat ● Output DC rendah
● Kemungkinan transistor seri sangat panas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar